Hello Publickers? Salam
keceriaan untuk kita semua, thanks buat kalian yang udah baca blog aku. Tunggu
cerpen aku selanjutnya ya, and get follow my twitter. @Erlitaa24 , mau kasih
question atau kritik? Langsung aja ke email aku Erlita.yuniya24@gmail.com . See You Next time J
Selamat membaca!
~
DETIK
Kegembiraan indah ini harus berakhir dengan kejam!
Dan dalam kemenangan mereka mati, seperti api dan bubuk.
“Sebagaimana mereka bercumbu, menikmatinya”
Beberapa orang mengatakan dunia akan berakhir dengan api,
beberapa orang mengatakan dengan es.
Dari hasrat yang telah kurasakan aku setuju pada mereka yang menyukai api.
Tapi jika aku harus mati dua kali, kurasa aku cukup mengenal kebencian.
Untuk mengatakan bahwa kehancuran dengan es, juga hebat! Dan akan mencukupi.
Masa kecil bukanlah tentang lahir dan menjadi dewasa
Dan saat dewasa, sang anak tumbuh dan membuang hal kekanak kanakan
Masa kecil adalah kerajaan dimana tak ada yang mati.
Dan dalam kemenangan mereka mati, seperti api dan bubuk.
“Sebagaimana mereka bercumbu, menikmatinya”
Beberapa orang mengatakan dunia akan berakhir dengan api,
beberapa orang mengatakan dengan es.
Dari hasrat yang telah kurasakan aku setuju pada mereka yang menyukai api.
Tapi jika aku harus mati dua kali, kurasa aku cukup mengenal kebencian.
Untuk mengatakan bahwa kehancuran dengan es, juga hebat! Dan akan mencukupi.
Masa kecil bukanlah tentang lahir dan menjadi dewasa
Dan saat dewasa, sang anak tumbuh dan membuang hal kekanak kanakan
Masa kecil adalah kerajaan dimana tak ada yang mati.
Lambat laun kini aku
mengerti, kalau semua itu hanyalah fantasi. Inspirasi ku saja yang berlebihan
menilai suatu hal. Bisa di bilang fiktif, tetapi entah mengapa selalu terbawa
dalam mimpi ku. Hal hal yang di luar nalar terjadi! Entah nyata atau tidak. Aku
selalu mengalir di dalam nya, seperti air mata yang mengalir sesuai dengan apa
yang ada di pusat pikiran dan emosi ku.
Cahaya... ada cahaya! Aku membuka mata ku. Ternyata hanya cahaya matahari pagi yang mulai menyinari jendela kamarku. Aku pikir mereka yang datang, para malaikat malaikat aneh yang selalu hampir setiap hari datang di mimpi ku.
“Mereka datang lagi Bu. Sangat terang, mereka bersinar sampai sampai aku tak dapat melihat wajah nya sedikit pun.”
“Kapan? Dan dimana?”
“Di mimpi ku Bu, mereka membawa bongkahan es yang sangat besar. Dan rombongan belakang mereka membawa api yang menyembur sangat kuat. Aku serasa akan di serbu mereka! Aku ketakutan. Ibu mengerti kan?”
“Iya sayang Ibu tau, kalau anak Ibu ini sudah remaja. Pasti banyak sekali inspirasi di otak kamu, itu cemerlang kalau kamu tulis di sebuah cerita. Tapi untuk dunia nyata itu sangat mustahil rasanya, jujur! Ibu sangat khawatir. Mungkin kamu harus kurangi nonton film-film horor kesukaan mu itu.”
Cahaya... ada cahaya! Aku membuka mata ku. Ternyata hanya cahaya matahari pagi yang mulai menyinari jendela kamarku. Aku pikir mereka yang datang, para malaikat malaikat aneh yang selalu hampir setiap hari datang di mimpi ku.
“Mereka datang lagi Bu. Sangat terang, mereka bersinar sampai sampai aku tak dapat melihat wajah nya sedikit pun.”
“Kapan? Dan dimana?”
“Di mimpi ku Bu, mereka membawa bongkahan es yang sangat besar. Dan rombongan belakang mereka membawa api yang menyembur sangat kuat. Aku serasa akan di serbu mereka! Aku ketakutan. Ibu mengerti kan?”
“Iya sayang Ibu tau, kalau anak Ibu ini sudah remaja. Pasti banyak sekali inspirasi di otak kamu, itu cemerlang kalau kamu tulis di sebuah cerita. Tapi untuk dunia nyata itu sangat mustahil rasanya, jujur! Ibu sangat khawatir. Mungkin kamu harus kurangi nonton film-film horor kesukaan mu itu.”
Ibu memang tidak mengerti
apa yang aku ingin kan, ya... walaupun aku yakin kalau suatu saat nanti dia
pasti mengerti. Tetapi semua itu memang serasa nyata, aku merasa di datangi
sosok menyeram kan. Walau pun mereka terkadang terlihat terang seperti cahaya
yang sangat kuat. Terkadang mereka juga seperti api, api itu berkorbar sangat
kencang. Menyeramkan! Aku sering melihat mereka di mimpi ku, aku tak yakin
mereka siapa. Tapi aku sebut mereka malaikat, malaikat yang dalam benakku
adalah titisan Tuhan yang berusaha untuk mengeluarkan ku dari belenggu penyakit
yang semakin lama mengikis umur muda ku ini. Entah sampai kapan aku bisa
bertahan! Atau mungkin memang malaikat malaikat itu memang sengaja datang untuk
menjemputku, akankah?
Terkadang aku lebih memilih tidak tidur, kalau harus bertemu mereka dalam mimpi ku lagi.
Terkadang aku lebih memilih tidak tidur, kalau harus bertemu mereka dalam mimpi ku lagi.
Kalau memang itu semua
hanya fantasi, lalu bagaimana dengan kenyataan yang akan aku hadapi nanti nya.
Aku mungkin saja tidak akan bertahan lama, aku menyadari umur ku yang tak lama
lagi, belakangan ini aku sering menulis story in my life. Aku hanya ingin
tulisan ku itu berguna bagi banyak orang. Keluarga, teman, saudara, atau
siapapun yang mengenalku dapat mengenangku dengan tulisan tulisan ku itu. Aku
ingin di kenang mereka dengan karya ku, walaupun memang tak seberapa mungkin.
Hidup ku serasa seperti
puisi yang mengandung banyak majas, seperti majas hiperbola. Berlebihan!
Padahal dari kecil aku selalu di beri nasehat sesuatu yang berlebihan itu tak
akan pernah baik.
Mungkin sekarang adalah waktu yang tepat untuk ku berlatih konsisten! Konsisten dengan segala apapun hal yang aku lakukan. Melakukan hal yang terbaik, setidak nya aku masih bisa membahagiakan mereka. Mereka yang berperan penting dalam hidup ku. My sixteen, jika aku tak berani, dan tak mampu melawan penyakitku ini. Mungkin itu adalah umur terakhir ku, dokter memfonis umur ku tak banyak lagi. Kanker kelenjar getah bening ku ini semakin lama semakin menyeruak ku, sesekali aku sampai patah semangat dan tak berdaya. Jika aku boleh jujur, sejujurnya jika aku harus pergi entah kapan itu. Ingin sekali aku membawa serta keluarga ku. Mereka yang selalu suport aku, lama sudah aku memendam penyakitku ini. Aku tak berani mengatakan pada mereka, hingga waktu nya nanti, entah sampai kapan itu. Mereka akan mengetahui nya sendiri ketika nafas ku telah berhenti berdetak. Arwah ku tak lagi menyatu dengan tubuh ku. Kalau saja aku punya jam waktu, mungkin aku akan segera mengulang masa kecil ku dulu. Akan ku rubah semua hal buruk ku, dengan cara apapun itu! tanpa kecuali.
Mungkin sekarang adalah waktu yang tepat untuk ku berlatih konsisten! Konsisten dengan segala apapun hal yang aku lakukan. Melakukan hal yang terbaik, setidak nya aku masih bisa membahagiakan mereka. Mereka yang berperan penting dalam hidup ku. My sixteen, jika aku tak berani, dan tak mampu melawan penyakitku ini. Mungkin itu adalah umur terakhir ku, dokter memfonis umur ku tak banyak lagi. Kanker kelenjar getah bening ku ini semakin lama semakin menyeruak ku, sesekali aku sampai patah semangat dan tak berdaya. Jika aku boleh jujur, sejujurnya jika aku harus pergi entah kapan itu. Ingin sekali aku membawa serta keluarga ku. Mereka yang selalu suport aku, lama sudah aku memendam penyakitku ini. Aku tak berani mengatakan pada mereka, hingga waktu nya nanti, entah sampai kapan itu. Mereka akan mengetahui nya sendiri ketika nafas ku telah berhenti berdetak. Arwah ku tak lagi menyatu dengan tubuh ku. Kalau saja aku punya jam waktu, mungkin aku akan segera mengulang masa kecil ku dulu. Akan ku rubah semua hal buruk ku, dengan cara apapun itu! tanpa kecuali.
Tepat hari ini adalah, umur ku lima belas tahun lebih
tiga ratus enam puluh empat hari, yap tepat!
satu hari lagi aku ulang tahun yang ke
enam belas. Kebanyakan orang saat ulang tahun mereka sangat bahagia, karena
menurut mereka adalah anugrah terindah. Tetapi... lain hal nya dengan aku,
justru semua ini semakin membuat ku tertekan. Sangat ketakutan! “Berapa lama
lagi hidup ku?” selalu ada dalam benak ku. Itu yang membuat ku semakin drop!
Biasa nya setelah itu aku langsung cek up ke dokter. Hanya memastikan,
memastikan berapa lama lagi aku hidup? Tapi doktor tak menjawab. Hanya
menyarankan agar aku selalu saja kesehatan, dan... minum obat tentunya! Obat?
Iya obat. Apakah itu bisa mengubah jumlah umur ku kelak? Atau... mengurangi
rasa sakit ku ini. Dokter hanya
tersenyum, setidaknya dengan senyuman itu aku tau bahwa penyakitku bisa di
bilang makin parah. Seringkali aku mengeluh dengan semua ini, tapi kali ini.
Tak akan aku habis kan sedikit pun waktu ku untuk hal hal yang menurut ku tak
penting. Aku sadar, waktu bagiku sangat lah berharga. Aku sudah bisa menghirup
nafas sampai enam belas tahun ini pun sudah sangat membuat ku beruntung!
Belakangan ini aku banyak mencoba hal hal baru yang sebelum nya belum pernah
aku lakukan. Agar... dalam waktu yang sesingkat itu aku harus merasakan semua.
Ya... walau pun tidak semua, mungkin beberapa... atau hanya sebagian kecil
banyak hal yang ada di dunia ini. Walaupun begitu, tapi aku tau! Mereka
menyayangi aku dengan sepenuh hati.
Pagi ini, bangku sekolah telah menunggu ku. Tahun
pelajaran baru sudah di mulai! Dengan muka pucat ku aku beraksi di sekolah, aku
dengan sengaja nya menyembunyikan semua ini. Tentang penyakitku ini, aku harap
dengan begini mereka yang selalu mensuport aku tak pernah merasa sedih dengan
kondisi ku sekarang. Pagi itu, aku bertemu seorang gadis cantik yang memang
juga sedang menderita sakit kanker yang sudah parah. Sampai sampai rambut nya
botak, namun bedanya dengan ku. Ia selalu di kelilingi orang yang membantu nya
mendorong kusrsi roda dan mengantarnya kemana mana. Tapi aku tak akan lakukan
itu, aku aku berjuang sendiri selagi aku mampu!
Twitter : @Erlitaa24
Erlita.yuniya24@gmail.com
Erlita.yuniya24@gmail.com
Thanks udah baca, semoga kisah ini bermamfaat
buat kalian. Mohon kritik dan saran yaa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar