Just For You
@Erlitaa24
“This is my
life! Iya inilah hidupku. Aku harap kamu mengerti apa yang udah aku perjuangin
selama ini. Aku berusaha jadi orang yang lebih bisa menghargai semua hal yang
udah aku perjuangin! Ya walaupun mungkin itu tidak penting buat kamu. Tapi its
ok, aku memang sudah mengenalmu sejak lama. Akan ku berusaha mengerti semua
perasaan mu. Tapi jangan kali ini, please!”
“Ok, terserah kamu! Mungkin memang aku nggak penting buat kamu, pikirkan kembali semua ini. Apakah sanggup kamu tanpa aku? Bukan nya kamu ngga bisa hidup tanpa aku, itukan katamu? Aku tunggu di taman dekat rumah mu besok malam. Aku tagih jawaban mu, aku siap dengan apa pun yang akan terjadi. Yaudah, good night Bella, mimpi indah”
“Ok, terserah kamu! Mungkin memang aku nggak penting buat kamu, pikirkan kembali semua ini. Apakah sanggup kamu tanpa aku? Bukan nya kamu ngga bisa hidup tanpa aku, itukan katamu? Aku tunggu di taman dekat rumah mu besok malam. Aku tagih jawaban mu, aku siap dengan apa pun yang akan terjadi. Yaudah, good night Bella, mimpi indah”
“Itu
perbincangan lewat telepon aku sama dia tadi malem, masih aku ingat ingat di
kepala ku. Benar benar masih aku ingat di kepala ku Rin! Menyebalkan.”
“Mengapa? Coba dulu aja ngobrol baik-baik. Kalau harus mengorbankan salah satu pastilah sulit untuk mu, aku tau itu. Jelas-jelas itukan cita cita kamu selama ini. Harus nya Kevin bisa lebih ngerti kamu?”
“Mmm, padahal selama ini dia enjoy aja dengan semua yang aku lakukan. Tapi kenapa baru sekarang, itu keinginan orang tua ku selama ini Karin. Itu juga cita cita aku selama ini, aku berusaha mati matian untuk itu. Belajar pagi siang malam, bahkan aku sampai lupa makan. Tapi kalau hanya untuk ini semua hasil nya. Mending aku mundur, help me Karin”
“Stop Bella! Ini cita cita mu. Jangan pantang semangat gitu dong! Ayolah Bel, jadi semua dukungan aku selama ini sia-sia aja gitu? Pikirkan lagi Bella. Bisa sampai tahap ini itu udah perjuangan besar, benar benar besar buat kamu. Aku bisa rasain itu, ini kan yang kamu pengenin selama ini? Bisa kuliah di tempat yang kamu dambain. Walaupun harus jauh dari kita, buat aku pribadi sih itu ngga masalah asalkan itu yang terbaik buat kamu”
“Mengapa? Coba dulu aja ngobrol baik-baik. Kalau harus mengorbankan salah satu pastilah sulit untuk mu, aku tau itu. Jelas-jelas itukan cita cita kamu selama ini. Harus nya Kevin bisa lebih ngerti kamu?”
“Mmm, padahal selama ini dia enjoy aja dengan semua yang aku lakukan. Tapi kenapa baru sekarang, itu keinginan orang tua ku selama ini Karin. Itu juga cita cita aku selama ini, aku berusaha mati matian untuk itu. Belajar pagi siang malam, bahkan aku sampai lupa makan. Tapi kalau hanya untuk ini semua hasil nya. Mending aku mundur, help me Karin”
“Stop Bella! Ini cita cita mu. Jangan pantang semangat gitu dong! Ayolah Bel, jadi semua dukungan aku selama ini sia-sia aja gitu? Pikirkan lagi Bella. Bisa sampai tahap ini itu udah perjuangan besar, benar benar besar buat kamu. Aku bisa rasain itu, ini kan yang kamu pengenin selama ini? Bisa kuliah di tempat yang kamu dambain. Walaupun harus jauh dari kita, buat aku pribadi sih itu ngga masalah asalkan itu yang terbaik buat kamu”
“Thanks
Karin”
(Tunggu lanjutan nya nanti)
(Tunggu lanjutan nya nanti)


