Hello Publickers? Salam
keceriaan untuk kita semua, thanks buat kalian yang udah baca blog aku. Tunggu
cerpen aku selanjutnya ya, and get follow my twitter. @Erlitaa24 , mau kasih
question atau kritik? Langsung aja ke email aku Erlita.yuniya24@gmail.com . See You Next time J
Selamat membaca!
~
Impossible
Impossible
(Erlita
Yuniyanti) 2014
Ini masalah hati, bahkan
untuk mengendalikan diri sendiri pun untuk saat ini ku tak bisa. Sayang nya aku
terlalu menganggap semua ini mimpi, dan aku juga berharap semua nya akan
tercapai esok nanti. Ingin aku ucapkan selamat tinggal untuk masa lalu, tapi
andai aku bisa.
Kamu tipe orang yang hanya mengejar
materi, dan aku korban nya. Mungkin bisa saja kamu maki aku, kamu hina aku,
menjatuh kan harga diri ku. Tetapi kamu! Tidak akan pernah bisa hapus perasaan
ini, perasaan di mana aku sering disakiti oleh mu, tetapi aku justru semakin
mengejarmu. Aku tau kamu orang hebat, kamu berhak dapat yang lebih baik. Tapi
apa salah aku untuk mencoba menjadi seseorang yang posisi nya nomor satu bagimu?
Andai aku mampu.
Mungkin benar kalau aku bukan orang
yang pantas untuk mu, bukan orang yang berhak ada di sisi mu. Bukan orang yang
bisa membahagiakan kamu, bukan orang yang berada di level mu, aku orang miskin
tak punya apa-apa. Kalau cinta yang kau cari mungkin aku bisa memberi, tapi
jika harta yang kau cari. Aku hanya bisa menerima kenyataan bahwa aku memang
tak mampu untuk itu. Aku tak habis pikir dengan kriteria pria yang dicari
wanita masa kini, pria yang mapan bergelimbangan harta di mana-mana. Wanita
cantik seperti mu memang lebih pantas dengan orang yang menurut mu bisa membuat
dirimu bahagia. Ya... sesuai kriteria mu itu, bergelimbang harta. Sayang nya
mata mu masih tertutup dengan harta, andai kamu bisa mengerti apa arti dari
cinta sebenarnya. Aku sadar! Aku tak mampu untuk kau sayangi, karena aku tak
punya kriteria itu.
Kalau pun setiap hari harus melihat
mu bahagia dengan nya aku tak masalah, aku bersyukur jadi seperti sekarang.
Menjadi teman yang ada saat kamu butuh, dan menjadi sosok pria yang kamu cintai
meskipun tak sudi kau miliki. Karena apa? Karena aku tak punya apa-apa untuk
kamu banggakan, kamu ceritakan kepada orang-orang di sekelilingmu. Mungkin bisa
saja aku bilang kamu tega, sangat tega karena telah menyingkirkan aku dari
dalam hidupmu. Dalam cerita cintamu, tapi hanya aku tempat mu kembali.
Dalam kesusahan mungkin kamu memang
mencari aku, tetapi setelah itu kamu entah dimana. Sulit untuk ku sadar bahkan
aku memang harus melupakan mu, bukan melupakan nama mu, sifat mu, sikap mu,
atau apapun itu. tapi memang sudah konsekuensi aku sebagai laki-laki yang hanya
bisa tunduk pada sikap seorang wanita seperti mu.
Berulang ulang kali mungkin aku
merasa bahwa aku hanya di permain kan oleh mu, seperti siang itu. Dengan senyum
manis mu kamu katakan bahwa kamu memang menyayangi ku dengan sepenuh hati. Tapi
setelah itu
“Bams, kamu tau? Bukan cinta yang aku cari saat ini, tapi materi. Sorry bams...”
“Aku bahkan tidak merasa terkejut dengan jawaban mu, karena aku tahu kamu akan mengucapkan itu. Sudah berulang kali, mungkin tiga kali ini kamu menolak pintu hatiku. Kamu tidak pernah bisa membuka sisi sempit di dalam hatimu untuk menerima ku. Tapi bagaimana alasan aku untuk masih disini, entah untuk apa? Tapi please, buka matamu. Bahwa hanya aku yang ada di hatimu, aku selalu berusaha merubah dan meyakinkan mu bahwa materi bukan segalanya. Kamu bisa bahagia hanya dengan cinta, mengerti? Ok mungkin kamu bukan yang pertama tapi aku yakin kamu yang terakhir. Please jangan katakan tidak untuk yang kali ini.”
“Sorry Bams, kamu lupa aku ngomong apa? Aku nggak butuh cinta untuk saat ini. Hanya materi! Inget itu Bams! Mungkin bener kalau aku emang sayang sama kamu. Tapi aku nggak akan ngasih hati ini buat kamu, sedikitpun. Sorry! Mungkin selama nya kita akan tetap menjadi teman.
Oiya... ini undangan ulang tahun aku buat kamu, aku harap kamu datang ya... Sebagai teman.”
Saat itu lah aku merasa memang sudah tak berguna lagi, tak seperti biasa nya. Kamu kali ini benar benar membuat ku kecewa, biasa nya kamu hanya dengan sopan nya menjawab “maaf, aku masih butuh waktu” dan itu lah yang membuat ku ingin menunggu. Sampai sekarang ini, tapi entah nanti, mungkin besok, lusa, minggu depan, atau mungkin aku selama nya akan tetap menunggu. Tapi akan ku pastikan, aku akan melepasmu! Segera.
Hari ini adalah ulang tahun mu, andai kamu sudah menjadi kekasih ku. Mungkin aku akan berencana datang ke ulang tahun mu, tapi sayang nya tidak. Aku harus berfikir dua kali untuk itu, apakah serendah itu aku sampai tak punya malu setelah di tolak oleh mu. Mungkin memang sudah sewajar nya kalau aku menjauh, tak mungkin aku membiyarkan diriku untuk selalu terpuruk dalam genggaman mu tanpa status apa pun. Biarlah aku sendiri, atau mencari yang lain tanpa merasa di permainkan seperti ini. Aku tak rela kita tak selalu bersama, belum sempat ku membagi kebahagiaan ku, belum sempat ku membuat kau tersenyum. Kamu berbeda, harus kah ku kehilangan tuk kesekian kali, ini kah Tuhan? Tuhan ku mohon jangan lakukan itu. Sebab ku sayang dia, ijinkanlah, sebab ku kasihi dia, aku terpuruk Tuhan. Sebab ku tak rela tak selalu bersama. Ku rapuh tanpa kau, aku tak berdaya seperti kehilangan raga. Jika memang harus ku alami duka, kuatkan hati ini menerima.
Mungkin hatimu kini telah beku, ku harus relakan mu walau aku tak mau. Tak ada lagi cahaya suci, semua telah beranjak! Dan aku mulai sepi. Impossible untuk ku menaklukkan mu, sulit ku untuk menggapai nya, karena mungkin bukan hak ku adanya. Dengar kan aku, rintihan hati ku, dengarkan lah! Suara tangisan ku. Sekilas tentang dirimu yang lama ku nanti, masih kah ada waktu yang tersisa untuk ku? Andai kan saja aku tau kau tak hadirkan cintamu. Ingin ku melepasmu dengan pelukan.
“Bams, kamu tau? Bukan cinta yang aku cari saat ini, tapi materi. Sorry bams...”
“Aku bahkan tidak merasa terkejut dengan jawaban mu, karena aku tahu kamu akan mengucapkan itu. Sudah berulang kali, mungkin tiga kali ini kamu menolak pintu hatiku. Kamu tidak pernah bisa membuka sisi sempit di dalam hatimu untuk menerima ku. Tapi bagaimana alasan aku untuk masih disini, entah untuk apa? Tapi please, buka matamu. Bahwa hanya aku yang ada di hatimu, aku selalu berusaha merubah dan meyakinkan mu bahwa materi bukan segalanya. Kamu bisa bahagia hanya dengan cinta, mengerti? Ok mungkin kamu bukan yang pertama tapi aku yakin kamu yang terakhir. Please jangan katakan tidak untuk yang kali ini.”
“Sorry Bams, kamu lupa aku ngomong apa? Aku nggak butuh cinta untuk saat ini. Hanya materi! Inget itu Bams! Mungkin bener kalau aku emang sayang sama kamu. Tapi aku nggak akan ngasih hati ini buat kamu, sedikitpun. Sorry! Mungkin selama nya kita akan tetap menjadi teman.
Oiya... ini undangan ulang tahun aku buat kamu, aku harap kamu datang ya... Sebagai teman.”
Saat itu lah aku merasa memang sudah tak berguna lagi, tak seperti biasa nya. Kamu kali ini benar benar membuat ku kecewa, biasa nya kamu hanya dengan sopan nya menjawab “maaf, aku masih butuh waktu” dan itu lah yang membuat ku ingin menunggu. Sampai sekarang ini, tapi entah nanti, mungkin besok, lusa, minggu depan, atau mungkin aku selama nya akan tetap menunggu. Tapi akan ku pastikan, aku akan melepasmu! Segera.
Hari ini adalah ulang tahun mu, andai kamu sudah menjadi kekasih ku. Mungkin aku akan berencana datang ke ulang tahun mu, tapi sayang nya tidak. Aku harus berfikir dua kali untuk itu, apakah serendah itu aku sampai tak punya malu setelah di tolak oleh mu. Mungkin memang sudah sewajar nya kalau aku menjauh, tak mungkin aku membiyarkan diriku untuk selalu terpuruk dalam genggaman mu tanpa status apa pun. Biarlah aku sendiri, atau mencari yang lain tanpa merasa di permainkan seperti ini. Aku tak rela kita tak selalu bersama, belum sempat ku membagi kebahagiaan ku, belum sempat ku membuat kau tersenyum. Kamu berbeda, harus kah ku kehilangan tuk kesekian kali, ini kah Tuhan? Tuhan ku mohon jangan lakukan itu. Sebab ku sayang dia, ijinkanlah, sebab ku kasihi dia, aku terpuruk Tuhan. Sebab ku tak rela tak selalu bersama. Ku rapuh tanpa kau, aku tak berdaya seperti kehilangan raga. Jika memang harus ku alami duka, kuatkan hati ini menerima.
Mungkin hatimu kini telah beku, ku harus relakan mu walau aku tak mau. Tak ada lagi cahaya suci, semua telah beranjak! Dan aku mulai sepi. Impossible untuk ku menaklukkan mu, sulit ku untuk menggapai nya, karena mungkin bukan hak ku adanya. Dengar kan aku, rintihan hati ku, dengarkan lah! Suara tangisan ku. Sekilas tentang dirimu yang lama ku nanti, masih kah ada waktu yang tersisa untuk ku? Andai kan saja aku tau kau tak hadirkan cintamu. Ingin ku melepasmu dengan pelukan.
***
“Bams, kamu
kemana aja sih? Aku tuh ya nunggu kamu semalaman. Dan ini
aku bawain sisa kue khusus buat kamu! Kemaren hari ulang tahun aku, lupa? Kamu
udah nggak peduli lagi ya sama aku? Sampai aku telfon kamu di matiin terus,
yang bener aja sih! Aku capek nunggu kamu semaleman. Terus
siapa? Berdua dua an sama kamu.”
“Apa? Kamu nungguin aku? Sejak kapan kamu peduli sama aku. Bukan nya aku nggak pernah kamu hargain ya selama ini? Terus tadi kamu bilang apa? Capek nungguin aku semaleman? Eh Nom kamu aja baru nungguin aku semaleman udah ngeluh kaya gitu? Bayangin! Bayangin kamu jadi aku, aku nunggu kamu selama ini. Dan nyata nya apa? Kamu Cuma permainin aku aja kan? Sakit Nom! Sakit. Oiya, masalah cewe ini bukan urusan kamu. Dia pacar aku yang baru.”
“Kok kakakakamu ngomong nya gitu sih, kita kan temen deket banget. Kamu nggak mikirin perasaan aku?”
“Oh temen? Bukan nya kamu cuma mau temenan sama kaum high class aja ya. Dari dulu kan kamu paling anti sama cowo miskin kaya aku?”
“Kok kamu beda banget sih Bams, tega kamu ngomong gitu sama aku.”
“Yaudah sih ya, terserah kamu mau ngomong apa. Yang pasti aku nggak akan peduli! Cukup ya Nom! Cukup aku ngerasa di rendahin sama kamu.”
“Bams, please jangan! Jangan kaya gini Bams.”
“Stop Nom, berhenti untuk acting sok sok nangis di depan aku! Itu nggak ngaruh lagi buat aku. Bahkan aku muak, ngerti? Sekarang kamu pergi dan kejar tu cowo kaya yang bikin kamu bahagia itu.”
“Apa? Kamu nungguin aku? Sejak kapan kamu peduli sama aku. Bukan nya aku nggak pernah kamu hargain ya selama ini? Terus tadi kamu bilang apa? Capek nungguin aku semaleman? Eh Nom kamu aja baru nungguin aku semaleman udah ngeluh kaya gitu? Bayangin! Bayangin kamu jadi aku, aku nunggu kamu selama ini. Dan nyata nya apa? Kamu Cuma permainin aku aja kan? Sakit Nom! Sakit. Oiya, masalah cewe ini bukan urusan kamu. Dia pacar aku yang baru.”
“Kok kakakakamu ngomong nya gitu sih, kita kan temen deket banget. Kamu nggak mikirin perasaan aku?”
“Oh temen? Bukan nya kamu cuma mau temenan sama kaum high class aja ya. Dari dulu kan kamu paling anti sama cowo miskin kaya aku?”
“Kok kamu beda banget sih Bams, tega kamu ngomong gitu sama aku.”
“Yaudah sih ya, terserah kamu mau ngomong apa. Yang pasti aku nggak akan peduli! Cukup ya Nom! Cukup aku ngerasa di rendahin sama kamu.”
“Bams, please jangan! Jangan kaya gini Bams.”
“Stop Nom, berhenti untuk acting sok sok nangis di depan aku! Itu nggak ngaruh lagi buat aku. Bahkan aku muak, ngerti? Sekarang kamu pergi dan kejar tu cowo kaya yang bikin kamu bahagia itu.”
***
Andai aku boleh jujur Bams, sebenar
nya aku nggak mau kaya gini. Tapi aku nggak mau jadi orang miskin terus
terusan, aku pengen bahagiain oma aku. Aku pengen kaya lagi, seperti dulu Bams.
Aku sayang kamu, bahkan cinta. Hanya kamu cinta mati ku!
Twitter
: @Erlitaa24
Erlita.yuniya24@gmail.com
Erlita.yuniya24@gmail.com
Thanks udah baca, semoga kisah ini
bermamfaat buat kalian. Mohon kritik dan saran yaa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar